Ujian Akhir Semester Manajemen Pemasaran
Nama: Fitrotun Nisa'
NIM : 180321100159
Kelas : Manajemen C
·
Segmentasi,
Targeting Dan Positioning Produk Beras Merah Organik
Segmenting
adalah mengelompokkan konsumen menjadi beberapa kelompok sesuai
kesamaan ciri tertentu.
1. Segmentasi geografis
Secara
geografis, produk ini cocok dipasarkan di daerah kota besar atau kota industri daripada
daerah pedesaan. Alasannya adalah di daerah kota banyak pencemaran zat zat kimia
dan polusi udara maka produk beras merah organik cocok dipasarkan di kota besar
dengan sejuta manfaatnya dan karena produk ini memiliki harga yang mahal maka
cocok untuk dipasarkan dikota yang berpenghasilan tinggi.
2. Segmentasi demografis
Secara demografis,produk ini cocok digunakan untuk pria dan
wanita 24 tahun sampai 65 tahun yang berpenghasilan diatas 3.000.000.000
3. Segmentasi psikografis
Secara
psikografis, usaha sayamensegmentasikan pada orang tua yang kaya dan menyadari
akan pentingnya kesehatan atau punya gaya hidup yang sehat.
Targeting
adalah memilih calon konsumen dari kelompok konsumen yang telah
dikelompokan berdasarkan ciri tertentu untuk mengetahui mana yang cocok untuk
ditawari produk kita. Pada produk beras merah organik menargetkan konsumen sudah
bekerja, berpenghasilan tinggi diatas 3.000.000 dan menginginkan pola hidup
sehat.
Positioning
adalah cara agar produk kita dapat dengan mudah dan selalu diingat oleh konsumen. Beras merah organilk dihasilkan melalui proses budidaya organik tanpa menggunakan bahan kimia yang punya banyak manfaat dan dipromosikan oleh influencer dan artis terkenal yang dengan mudah diingat oleh konsumen.
·
Bauran Pemasaran
1.Product (produk)
Produk
yang dijual oleh bu fifit yaitu beras merah organik dengan berat 2kg.
2. Price (harga)
Penentuan
harga otak-otak bandeng ini,pemilik usaha menyesuaikan dengan harga pembelian
bahan baku dan biaya promosi yaitu Rp 35.000.
3. Place (tempat)
Lokasi
pemasaran usaha beras merah organik yaitu melalui sosial media instagram, fb,
dan whatsapp..
4. Promotion (promosi)
Promosi yang dilakukan oleh untuk menjual produk adalah memperkenalkan langsung produknya dengan jasa influencer dan artis dan melalui media online instagram, facebook dan whatsapp.
·
Contoh
Media Promosi Produk Beras Merah Organic
· Daya Saing Beras Merah Organic Di Pasar Asean
Kebutuhan
beras organik baik di pasar lokal maupun ekspor dari tahun ke tahun juga terus
berkembang. Biocert (2008) menyatakan bahwa potensi ekspor ke negara-negara
Asean dan Timur Tengah adalah sebesar 100.000 ton. Jumlah ini belum mencapai
10% dari kebutuhan pasar global. Pangsa pasar pangan organik di negara-negara
Eropa, Oseania, Amerika Serikat, dan Kanada, diperkirakan akan tumbuh rata-rata
sekitar 12,5 persen hingga tahun 2005. (Goenadi dan Isroi, 2003). Data Organic
Monitor dalam Simbolon (2003) menunjukkan bahwa pangsa pasar pangan
organik di Asia Pasifik, seperti Jepang, Australia, Selandia Baru, Korea
Selatan, dan Singapura, masih terbuka lebar. IFOAM juga menyebutkan bahwa tren
permintaan beras organik di dunia tercatat cukup tinggi pada tahun 2011 Dengan
demikian, produksi beras organik pada dasarnya adalah satu upaya diferensiasi
produk dalam rangka meningkatkan daya saing ketika berhadapan dengan produsen
beras lainnya di dunia, khususnya di negara-negara Asean.
Pengembangan
padi organik adalah upaya untuk meningkatkan daya saing produk pertanian
Indonesia saat harus berhadapan dengan produk pertanian, khususnya padi, dari
negara lain di Asean. Mempertimbangkan bahwa hingga saat ini Indonesia adalah
importir beras terbesar di Asean, untuk juga sebaliknya dapat mengekspor ke
negara Asean, Indonesia harus mengambil dan menciptakan peluang pasar beras spesifik
yang sejauh ini belum banyak dikembangkan secara massive di negara Asean
lainnya. Kesadaran terhadap pangan sehat dan kelestarian lingkungan adalah
peluang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin, sebelum ceruk pasar ini diambil
oleh negara Asean lain.
Efisiensi dan daya
saing akan menjadi pertimbangan utama dalam pengembangan strategi pengembangan padi
organik. Adanya tantangan keterbukaan ekonomi global hanya dapat disikapi
dengan peningkatan kemampuan daya saing produk dalam negeri. Tantangan yang
dihadapi petani adalah bagian tersulit yang harus diatasi secara teknis dan
kelembagaan dibandingkan dengan pelaku usaha lainnya. Dengan demikian perhatian
yang lebih terarah harus diberikan kepada pengembangan kapasistas petani baik
dari sisi teknis maupun kelembagaan.

Komentar
Posting Komentar