Bauran Lokasi dan Saluran Distribusi
·
Konsep lokasi dalam bauran
pemasaran
Konsep lokasi dalam bauran pemasaran
yaitu bagaimana perusahaan menyalurkan atau mendistribusikan barang/jasa yang
diproduksinya. Konsep lokasi ini juga memnetukan dengan siapa suatu perusahaan
bekerja sama dalam mendistribusikan barang atau jasa yang diproduksi. Dalam strategi pemasaran, adanya pemilihan lokasi usaha
yang strategis menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan pemasaran
dari sebuah usaha. Semakin strategis lokasi usaha yang dipilih, semakin tinggi
pula tingkat penjualan dan berpengaruh terhadap kesuksesan sebuah usaha. Begitu
juga sebaliknya, jika lokasi usaha yang dipilih tidak strategis maka penjualan
pun juga tidak akan terlalu bagus. Untuk itu sebelum kita memulai sebuha usaha,
pilih terlebih dahulu tempat usaha yang paling tepat untuk pemasaran usaha kita.
Lakukan riset dan bandingkan beberapa pilihan tempat sebelum akhirnya Anda
menentukan lokasi yang paling strategis bagi usaha Anda.
·
Kriteria Daerah Kinerja
Yang Positif Untuk Pemasaran
Pemilihan lokasi dalam pemasaran akan
mempengaruhi jumlah volume penjualan produk yang dihasilkan oleh perusahaan,
dengan mencari lokasi yang strategis untuk digunakan sebagai lokasi produksi
maupun lokasi distribusinya. Dalam pemilihan lokasi perlu mengetahui
daerah-daerah potensial untuk tempat produk yang dihasilkan perusahaan tersebut
dipasarkan, berupa daerah-daerah strategis tempat perantara membantu
menyalurkan barang hingga sampai ketangan konsumen. Terdapat beberapa strategi
dalam memilih suatu daerah kinerja yang positif untuk pemasaran yaitu:
1. Tingkat
jumlah kepadatan penduduk disekitar lokasi usaha
Hal ini dapat ditunjukkan apabila
kepadatan penduduk disuatu lokasi, maka semakin besar pula potensi pasar yang
diperoleh perusahaan contohnya yaitu
perbandingan pendapatan dari usaha yang lokasinya berada didaerah pedesaan
dengan usaha yang ada didaerah perkotaan, jumlah omset yang diperoleh akan jauh
berbeda.
2. Besarnya
jumlah pendapatan masyarakat disekitar lokasi usaha
Jumlah pendapatan yang diperoleh
masyarakat akan mempengaruhi usaha yang akan dijalankan, karena dapat
mempengaruhi daya beli terhadap produk yang dikeluarkan. Apabila perusahaan
ingin menjalankan usahanya dengan produk yang harganya sedikit tinggi, maka
lokasi yang dipilih yaitu didaerah masyarakatnya yang memiliki daya beli cukup
tinggi. Sedangkan apabila perusahaan ingin menargetkan harga produk yang
relatif murah, maka lokasi yang dipilih yaitu masyarakat yang lebih
mementingkan harga dari pada kualitas produk yang dijual.
3. Banyaknya
usaha yang mendukung berdirinya lokasi
Banyaknya jumlah usaha yang berada
disekitar lokasi, maka konsumen yang berdatangan kelokasi tersebut semakin
ramai karena lokasi tersebut menyediakan berbagai macam produk kebutuhan yang
berbeda pula. Oleh karena itu konsumen akan lebih tertarik datang kelokasi yang
menyediakan berbagai macam usaha, misalnya lokasi mall atau pasar yang selalu
ramai pengunjung.
4. Memilih
lokasi usaha yang tingkat kompetisi rendah
Perusahaan harus mempertimbangkan
lokasi yang tepat, apalagi dengan perusahaan yang sejenis. Apabila perusahaan
tersebut telah benar-benar mempertimbangkan bahwa lokasi tersebut strategis,
maka harus siap bersaing dengan menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan
dengan perusahaan pesaing.
5. Perhatikan
akses yang mendukung untuk menuju lokasi
yaitu berupa transportasi umum yang mudah diakses.
·
Persyaratan Legislasi
Wilayah Terkait
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
adalah upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga kerja dan orang lainnya di
tempat kerja/perusahaan selalu dalam keadaan selamat dan sehat, serta agar
setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien. Setiap
perusahaan wajib menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan
usahanya. K3 memberikan perlindungan bagi kesehatan dan keselamatan kerja
tenaga kerja, yaitu dengan cara mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat
kerja.
Syarat-syarat Penerapan K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di tempat kerja tertuang dalam Undang-Undang
No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja pasal 3 (tiga). Pada pasal tersebut
disebutkan 18 (delapan belas) syarat penerapan keselamatan kerja di tempat
kerja di antaranya sebagai berikut :
1. Mencegah & mengurangi
kecelakaan kerja.
2.
Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.
3.
Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.
4.
Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.
5.
Memberi P3K Kecelakaan Kerja.
6.
Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.
7.
Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu,
kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.
8.
Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.
9.
Penerangan yang cukup dan sesuai.
10.
Suhu dan kelembaban udara yang baik.
11.
Menyediakan ventilasi yang cukup.
12.
Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.
13.
Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.
14.
Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman &
barang.
15.
Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.
16.
Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang
17.
Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.
18. Menyesuaikan & menyempurnakan
keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi
·
Konsep Dan Kegunaan Saluran
Distribusi
Saluran distribusi menurut Nitisemito
adalah sekelompok lembaga distributor yang memiliki kegiatan untuk menyalurkan
atau menyampaikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen.Saluran
distribusi yaitu lembaga distributor yang memiliki kegiatan untuk menyalurkan
atau menyampaikan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Tujuan dari
saluran distribusi adalah untuk mencapai pasar-pasar tertentu. Dalam hal ini
pasar adalah tujuan akhir dari suatu kegiatan saluran melaksanakan 2 kegiatan
penting untuk mencapai suatu tujuan.
Kegunaan
saluran distribusi:
1. Informasi
Beberapa informasi penting yang dikumpulkan oleh saluran distribusi:
a. Pelanggan
b. Pesaing
c. Pemasok
2. Promosi
Berikut ini bentuk- bentuk promosi yang dapat digunakan oleh saluran
distribusi:
a. Sampel
b. Kupon
c. Paket harga (transaksi potongan-rupiah);
– Paket pengurangan harga (reduce-price pack)
– Paket ikatan (banded pack)
d. Hadiah (kontes, undian, permainan)
3. Negoisasi
4. Pemesanan
5. Pembiayaan
6. Pengambilan Resiko
7. Fisik
8. Pembayaran
9. Kepemilikan
Macam-macam
saluran distribusi
1. Saluran Distribusi
Barang Konsumsi
a) Produsen-
Konsumen ; Bentuk saluran distrbusi yang paling pendek dan paling sederhana
adalah saluran distribusi dari produsen ke konsumen, tanpa menggunakan
perantara.
b) Produsen –
pengecer – konsumen ; saluran ini disebut juga saluran distrbusi langsung.
Disini, pengecer besar langsung melakukan pembelian pada produsen.
c) Produsen –
pedagang besar – pengecer – konsumen ; ini sering atau banyak digunakan oleh
produsen dan dinamakan sebagai saluran distribusi tradisional.
d) Produsen –
agen – pengecer – konsumen ; produsen memilih agen sebagai penyalurnya.
Produsen menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang
ada.
e) Produsen –
agen –pedagang besar – pengecer – konsumen : produsen sering menggunakan agen
sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang
kemudian menjualnya kepada toko – toko kecil.
2. Saluran Distribusi
Barang Industri
a)Produsen–pemakai
industri ; dari produsen ke pemakai industry ini merupakan saluran yang paling
pendek, dan disebut sebagai saluran distribusi langsung.
b)
Produsen–distributor industri–pemakai industry ; Produsen barang perlengkapan
operasi dan accessory equipment yang bisa menggunakan distributor industry agar
mencapai pasarnya.
c)
Produsen–agen–pemakai industri ; saluran distribusi seperti ini banyak dipakai
oleh produsen yang tidak memiliki departemen pemasaran.
d) Produsen –
agen- distributor industri – pemakai industry ; ini bisa digunakan oleh
perusahaan dengan beberapa pertimbangan antara lain yaitu tentang unit
penjualan yang terlalu kecil untuk dijual secara langsung, selain itu juga
adanya faktor penyimpanan pada saluran yang perlu dipertimbangkan pula.
·
Tipe Tipe Distribusi
Tipe-tipe Arus Saluran
Distribusi Pemasaran terdiri dari :
1. The Phisical Flow (arus fisik), menggambarkan perjalanan produk
secara fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir.
2. The Title Flow (arus pemilikan), menggambarkan perpindahan hak
milik yang sebenarnya dari lembaga pemasaran itu ke ke badan usaha lain.
Pemilikan berpindah dari konsumen ke penyalur, kemudian ke konsumen.
3. The Payment Flow (arus pembayaran), menggambarkan para
pelanggan membayar faktur mereka lewat bank atau lembaga keuangan lainnya
kepada penyalur, dan penyalur membayarkan kepada produsen, dan produsen
membayar ke berbagai suplier.
4. The Information Flow (arus informasi), menggambarkan arus
pengaruh yang terarah dari satu bagian ke bagian lainnya dalam sistem yang
sama.
5. The Promotion Flow (arus promosi), menggambarkan bentuk-bentuk
promosi yang dipergunakan.
·
Evaluasi Dan Upaya
Pengendalian Saluran Distribusi
Kriteria yang digunakan dalam evaluasi
pengendalian saluran :
1.
Biaya distribusi informasi yang dibutuhkan
2.
Cakupan pasar
3.
Layanan pelanggan
4.
Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran
5.
Dukungan saluran dalam peluncuran produk baru dan kerja
sama dalam promosi produk
Ada beberapa usaha yang dapat
dilakukan untuk mengendalikan saluran pemasaran :
1. Vertikal Marketing System (VMS)
a. Corporate VMS
b. Administrated VMS
c. Contractual VMS
2. Horisontal Marketing System
·
Manajemen
konflik dalam saluran distribusi
Konflik bisa dikelompokkan menjadi 2
macam yaitu :
1.
Konflik Horizontal
Konflik yang terjadi diantara perantara yang sejenis.
2.
Konflik Vertikal
Konflik yang terjadi antara anggota saluran distribusi.
Manajemen konflik dalam saluran distribusi
:
1. Bargaining :
salah satu anggota berinisiatif sendiri dalam proses tawar menawar, dimana ia
bersedia mengalah dengan harapan pihak lain juga melakukan hal yang sama.
2.
Boundary : menangani konflik dengan diplomasi dimana dua
belah pihak mengirim wakil-wakilnya untuk berunding memecahkan konflik yang
terjadi.
3.
Interpenetration : dengan interaksi informal yang sering
meibatkan pihak lain untuk membangun apresiasi terhadap pandangan
masing-masing.
4.
Superorganizational : menggunakan pihakketiga yang netral
untuk menangani konflik .
5.
Superordinate goal : para anggota saluran yang terlibat
konflik menetapkan tujuan bersama.
6.
Exchange of person : masing-masing pihak yang berkonflik
sling bertukar personil.
7. Cooptation :
menggunakan pemimpin organisasi lain yang ditempatkan di dewan penasehat atau
dewan direktur untuk didengar pendapatnya dalam penyelesaian konflik.
Komentar
Posting Komentar